HIDUP PENUH KEMUNGKINAN
Adalah seorang pemuda yang bernama Very. Dalam lingkup masyarakatnya, dia tergolong pemuda
yang tidak terlalu kaya. Ayah pemuda ini bekerja sebagai tukang becak. Dengan corak kehidupan semacam ini bisa dibayangkan
bahwa popularitas merupakan sesuatu yang sulit untuk dipikirkan. Bukan hanya sulit, bahkan mungkin tidak pernah terbersit
sedikitkpun dalam benak seorang Very. Tetapi apa yang sulit bahkan tak pernah dipikirkan itu ternyata justru
menjadi sesuatu yang nyata dalam hidup Very. Dalam waktu tidak lebih dari tiga bulan melalui akademi fantasi indosiar
- Very benar-benar menjadi idola sekian banyak masyarakat Indonesia. Ketenaran ini sekaligus mengubah situasi keluarga Very
yang miskin, menjadi keluarga yang berlimpahkan harta.
Di tempat lain, saya pernah berkenalan dengan seorang pelaku bisnis
yang sangat kaya raya. Anak pertamanya sekolah di Amerika, sedangkan anak keduanya menempuh pendidikan di Australia. Dia sendiri
bersama istrinya tidak jarang memanfaatkan kesempatan berlibur untuk bermalam dan berjalan-jalan di Los Angeles, London, Swiss.
Tetapi pola kehidupan semacam ini ternyata tidak berlangsung lama. Suatu saat istrinya terkena penyakit tumor yang ganas.
Pelbagai upaya telah dilakukan tetapi tidak berhasil. Akhirnya sang istri meninggal dunia. Perjuangan belum berakhir. Anak
pertamanya yang kuliah di Amerika dan kini telah kembali ke Indonesia, suatu saat harus berurusun dengan polisi karena kasus
narkoba. Dua persoalan itu ternyata menjadi pemicu munculnya aneka masalah yang lain, yang datang silih berganti. Termasuk
bisnis yang ditangani, kini telah hancur berantakan. Masalah yang bertumpuk-tumpuk dan datang secara terus-menerus pada akhirnya
bukan hanya menggiring keluarga ini dalam penderitaan psikologis, melainkan juga penderitaan fisik. Kini keluarga ini tidak
lagi hidup dalam kelimpahan harta. Sebaliknya mereka hidup dalam kemiskinan.
Peristiwa-peristiwa yang senada dengan
dua contoh di atas kiranya masih banyak. Point yang ingin saya katakan di sini adalah soal ketidak-pastian hidup atau soal
kemungkinan-kemungkinan hidup. Barangkali GAMBAR DI SAMPING KIRI-ATAS ini cukup representatif untuk melukiskan kenyataan
hidup manusia. Hidup manusia itu penuh dengan kemungkinan. Hidup manusia itu penuh dengan ketidak-pastian. Bahkan sampai pada
titik tertentu dapat dikatakan bahwa satu-satunya kepastian dalam hidup manusia adalah ketidak-pastian itu sendiri.
Atau satu-satunya yang mungkin dalam hidup manusia adalah kemungkinan-kemungkinan itu sendiri. Atau dalam bahasa
yang agak teologis dikataan hidup itu misteri . Betapa tidak !!! Paranormal yang katanya sangat piawai dalam membaca
tanda-tanda jaman, ternyata tidak mampu membuktikan apa yang dikatakannya. Hal yang sama tetapi mungkin dengan cara
yang berbeda - juga terjadi pada Very dan pelaku bisnis yang saya contohkan di atas. Kita sendiri saya kira juga tidak bisa
menentukan secara pasti skema hidup kita kelak. Singkatnya hidup manusia itu ternyata tidak sesederhana rumus-rumus matematis
(1+1=2, 2X3=6, ect). Sebalikna hidup manusia selalu berada dalam hamparan kemungkinan-kemungkinan, dalam sebuah misteri. Dan
fakta itulah yang akhirnya melahirkan butir-butir pemikiran berikut ini:
Aku berpikir aku mengerti Engkau, Tuhan.
Aku berpikir aku mengerti Engkau.
Aku berpikir aku
mengerti diriku.
Aku berpikir aku mengerti panggilanku.
Betapa bagus dan gamblang aku bayangkan.
Aku dapat bercerita kepada orang lainsegalanya tentang
Engkau, tentang diriku, tentang panggilanku.
Namun kian jauh kutapaki jalan kehidupan, aku kian tak mengerti.
Engkau menghancur-leburkan, satu
demi satu, segala gagasan dan gambaranku.
Segalanya hilang lenyap dariku.
Engkau hilang lenyap, kian tak terjamah, kian
tak terpahami.
Aku hilang lenyap.
Segala penalaranku, pembenaranku dan argumenku hilang lenyap.
Yang tersisa hanyalah rasa hambar dan kesunyian dan ketidak-mampuan untuk mengerti.
Aku jauh terasing
dari segala yang membuatku merasa aman.
Dari segalanya aku terbuang ke dalam kenekatan kasih yang bodoh.
Dan aku belum
juga sampai ke suatu tempat pun.
Aku meraba-raba dalam gelap malam.
Aku berputar-putar dalam ruang hampa.
Aku merasakan jalanku
dalam gelap, sambil berpaut erat pada pegangan tak-tampak.
Dan toh:
Terima kasih karena Engkau tetap memukau aku.
Lapar dan haus akan Dikau, bagiku
adalah santapan yang lebih nikmat dari segala hidangan yang tersaji di meja.
Engkau adalah Naungan yang lebih nyaman dari
semua rumah di bumi.
Terima kasih karena Engkau membantu aku tetap berjalan dari sehari ke sehari.
Bahkan meski jalannya
tak dapat kulihat, Engkau selalu menuntun aku selangkah lebih maju.
Oleh: dodoruestiko